Vidcon Rakor Lintas Sektoral Bahas Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H

oleh -
Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H
Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur melaksanakan Vidcon Rakor Lintas Sektoral Bahas Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H, Rabu (21/04/2021). (Foto for Mata Jatim)
banner 468x250

matajatim.idSURABAYA-Guna mempersiapkan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur, melaksanakan Vidcon Rakor Lintas Sektoral.

Rakor yang digelar hari ini, Rabu (21/04/2021) di Gedung Rupatama, Mapolda Jawa Timur ini dipimpin Kapolri. Bahasan utamanya yakni terkait persiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021.

banner 468x250

Dalam giat tersebut juga dihadiri oleh Wakapolda Jatim, Sekda Provinsi Jatim, Kepala OPD Pemprov Jatim, PJU Kodam V/Brawijaya dan PJU Polda Jatim.

Disampaikan oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bahwasanya aktivitas masyarakat tertentu dapat memicu melonjaknya penularan Covid-19. Salah satunya mobilitas masyarakat dari lokasi tertentu ke lokasi lain seperti mudik.

“Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal tersebut Polri akan melaksanakan sosialisasi secara masiv terkait larangan mudik dan penerapan penyekatan arus mudik mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021,” jelas Kapolri saat Vidcon Rakor Lintas Sektoral, Rabu (21/04/2021) siang.

Ditambahkan Kapolri, antisipasi terjadinya lonjakan harga 9 kebutuhan bahan pokok dengan mengoptimalkan pengawasan langsung ke lapangan melalui Satgas Pangan.

“Laksanakan Deradikalisasi dan Reedukasi untuk menekan penyebaran faham radikal terorisme,” tambahnya.

Selain Kapolri, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi juga memberikan pengarahan terkait dengan Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H.

Berdasarkan data puncak arus mudik tahun 2020, maka Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 kita tetapkan larangan mudik mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

“Hal ini bertujuan untuk mengurangi laju penularan Covid-19,” ucap Menhub Budi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin juga ikut memberikan arahannya, yang menyebutkan bahwa yang perlu dikhawatirkan adalah laju penularan Covid-19 yang tinggi menyebabkan ketidakmampuan pemerintah khusunya tenaga kesehatan menangani hal tersebut.

“Sehingga penerapan larangan mudik ini bertujuan untuk mengurangi laju penularan, sehingga tenaga kesehatan tetap mampu menangani dengan harapan mengurangi angka kematian,” jelasnya.

Selain itu, Pengarahan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan bahwa antisipasi untuk menekan laju penularan Covid-19 yaitu berkoordinasi dengan setiap pengurus masjid.

“Untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pada saat pelaksanaan ibadah terutama Sholat Idul Fitri,” sambungnya.

Pengarahan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menyatakan, menjelang Idul Fitri ketersediaan stok barang kebutuhan pokok masih tercukupi dan stabilitas harga kebutuhan pokok masih stabil.

“Kedepan Kemendag RI akan bersinergi dengan pelaku usaha terkait stok barang kebutuhan pokok dan pengawasan secara langsung dengan satgas pangan untuk stabilitas harga,” ucapnya.

Pengarahan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian untuk lebaran tahun ini, pelaksanaan PPKM Mikro merupakan cara yang efektif untuk menghambat laju penularan Covid-19.

“Selain itu telah diterbitkan Permendagri No. 09 Tahun 2021 yang mengatur khusus langkah langkah pemda dalam pelaksanaan hari raya Idul Fitri tahun 2021 di masa pandemi,” tegas dia.

Sedangkan pengarahan Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, pengerjaan perbaikan jalan antisipasi melonjaknya arus kendaraan akan dikerjakan sampai tanggal 6 Mei 2021.

Sedangkan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo juga memberikan pengarahan. Kenaikan laju penularan Covid-19, kata dia signifikan terjadi pasca libur panjang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu diantisipasi dari sekarang dengan penerapan pembatasan mudik.

“Telah diterbitkan Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 No.13 tentang peniadaan mudik lebaran tahun 2021,” ucapnya.

Sementara itu paparan dari Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat lebaran tahun 2021, untuk mengantisipasi peningkatan penularan Covid-19, Korlantas Polri melaksanakan penyekatan arus mudik sebanyak 333 titik di seluruh Indonesia dengan kekuatan personel sebanyak 166.734 personel.

Sedangkan pengarahan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yakni, peran TNI dalam upaya mencegah penularan Covid-19 dengan pelaksanaan sosialisasi 3-M, pengawasan ruang publik dan mengoptimalkan PPKM Mikro.

Sementara arahan dari Kapolri,
dari seluruh stakeholder akan menjadi acuan dalam menyamakan persepsi terkait pelaksanaan tugas di lapangan sehingga tidak menimbulkan multi tafsir dan dapat menekan laju penularan Covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.