PPKM di Jawa Timur Sukses Turunkan Kasus Positif Covid-19

oleh -
Gubernur Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa/detik.com)
banner 468x250

matajatim.idSURABAYA-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di Jawa Timur sukses menurunkan jumlah kasus positif Covid-19. Hal ini kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa seiring dengan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR yang juga menurun.

Khofifah mengatakan positivity rate di Jatim juga menurun di tengah gencarnya pelaksanaan testing Covid-19. Per minggu ini, berdasarkan data aplikasi Bersatu Lawan Covid-19, kasus diperiksa di Jatim dalam satu minggu sudah mencapai 45.045.

banner 468x250

Angka itu sudah di atas standar WHO, yakni 1 tes tiap 1.000 penduduk per minggu atau setara dengan 40.479 tes PCR/minggu. Dengan demikian, target testing PCR di Jatim sudah tercapai 111 persen dari standar WHO.

Khofifah mengungkapkan, dari 45 ribu kasus tersebut, ditemukan kasus positif per minggu jumlahnya 2.694. Artinya, positivity rate sudah mencapai angka 6 persen. Itu satu angka di atas standar WHO yang menggariskan positivity rate yang ideal 5 persen.

Meski demikian, sebelum PPKM dan PPKM mikro, positivity rate di Jatim berada di angka 20 persen. Hal Ini merupakan prestasi dan kerja keras serta kerja sama semua elemen di Jatim yang sangat baik.

“Ini menunjukkan pemerintah terus konsisten meningkatkan testing dan hasilnya dengan jumlah testing yang sesuai standar WHO ini. Kasus harian maupun keterisian rumah sakit mulai menurun,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis pada Ahad, (14/03/20210) kemarin.

Penurunan kasus maupun positivity rate tersebut, sambung Khofifah, juga diikuti dengan penurunan BOR atau keterisian rumah sakit. Di mana saat ini BOR isolasi sudah turun dari 79 persen di awal PPKM, menjadi 33 persen untuk isolasi biasa, dan ICU dari 72 persen menjadi 52 persen.

“Prestasi ini juga merupakan berkat gotong royong dan peran semua pihak termasuk TNI/Polri, Tomas, tenaga medis, Pemkab/Kota, Toga, dan seluruh masyarakat di Jatim. Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro telah cukup membantu dan berada di jalur yang benar,” tambahnya.

Khofifah berharap pencapaian itu bisa menjadi motivasi bagi masyarakat dan Pemprov Jatim untuk terus konsisten mengawal penurunan kasus Covid-19 di Jatim.

“Pencapaian ini merupakan prestasi, namun seluruh masyarakat harus tetap waspada dan konsisten menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.